Minggu, 23 Maret 2014

Petualangan veri menyusuri Pantai Goa Cemara



Pantai Goa Cemara adalah salah satu obyek wisata baru yang dibuka di daerah Bantul, Jogjakarta. Tepatnya berlokasi di desa Patehan, Gadingsari, Sanden, Bantul. Pantai ini berjarak kurang lebih sekitar satu kilometer di sebelah timur Pantai Kwaru.
Pantai ini juga terletak berdekatan dengan Pantai Pandansari yang terkenal dengan Mercusuar di Bantul.
Rimbunan pohon cemara yang lebat dan begitu hijau yang menjadi ciri khas pantai ini. Pemandangan hutan cemara yang asri, Pantai Goa Cemara karena pantai ini terkenal sebagai pantai yang alami dan masih perawan. Di dalam hutan kecil cemara inilah para pengunjung biasanya menggelar tikar dan menikmati bekal sambil merasakan suasana piknik yang nyaman dan rindang.
Asal Mula Nama Goa Cemara
Nama Goa Cemara sendiri berasal dari kondisi lokasi pariwisata sendiri yang dikelilingi oleh rimbunnya pohon cemara di bibir pantai. Saat jalur ke pantai mulai terbuka, maka para perambah yaitu warga sekitar yang pekerjaannya membabat cemara meninggalkan jejak lubang besar kerimbunan yang bentuknya menyerupai gua. Jadi sebenarnya di lokasi ini tidak ada gua, hanya bekas- bekas pohon cemara yang dibabat oleh warga. Selain itu, keberadaan pohon cemara di lokasi ini ditata secara terencana dan teratur sehingga memberikan kesan bahwa pertumbuhan dahan dan ranting pepohonannya saling menjuntai sehingga membentuk sebuah terowongan atau goa. Sebenarnya, pohon cemara laut yang ada di lokasi ini sengaja dipilih oleh pihak pengelola untuk mendampingi pohon- pohon akasia yang sengaja ditanam untuk kepentingan menahan abrasi pantai dan sekaligus sebagai upaya mitigasi. Upaya mitigasi di sini adalah sebagai upaya pencegahan bencana alam khususnya tsunami.
Pantai Goa Cemara memiliki luas sekitar 500 meter persegi dan masih berpeluang untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata yang mendunia. Seperti pantai- pantai pada umumnya yang berlokasi di sepanjang bibir Samudra Hindia Pulau Jawa, Pantai Goa Cemara menyuguhkan pemandangan yang relatif sama. Yakni memiliki gelombang laut yang cukup besar dengan arus bawah laut yang deras. Kondisi ombak di pantai ini saling berkejaran, bergulung- gulung menuju dan menghentak pantai yang berpasir hitam atau kecoklatan ini.
Pohon cemara yang ada di sekitar pantai ini memang dibudidayakan oleh pemerintah setempat dan pihak pengelola pantai. Dengan bantuan warga sekitar pohon- pohon cemara ini dibudidayakan sehingga tumbuh dengan lebat dan subur di lokasi pantai. Pada mulanya penanaman pohon cemara ini adalah untuk menahan tiupan angin laut, agar kekencangan tiupan angin laut yang mengandung asam tersebut tidak menyulitkan para petani untuk bercocok tanam.
Kelebihan yang dimiliki oleh Pantai Goa Cemara adalah kecermatan menata ruang. Di lokasi ini terdapat ruang publik yang tersedia gratis untuk beragam aktivitas seni dan budaya yang berada di ujung jalan masuknya. Keberadaan ruang publik ini ditujukan untuk memperkenalkan budaya Jogja pada turis- turis lokal atau luar yang tertarik lebih mengenali budaya Jawa khususnya Jogjakarta.
Di sepanjang jalan masuk di sekitar pepohonan cemara, wisatawan akan menjumpai banyak sekali pedagang yang menjual berbagai macam makanan khas Bantul, ikan hasil tangkapan para nelayan, dan ornamen- ornamen dari laut.
Daerah Bantul juga sangat terkenal dengan hasil bercocok tanamnya yaitu ubi. Ubi yang dihasilkan di daerah ini terkenal memiliki kualitas yang bagus, tidak lembek, dan rasanya manis. Ubi ini turut menambah ke-khasan Pantai Goa 











Tidak ada komentar: